Buyback Ikut Terkoreksi, Harga Emas Antam dan Pegadaian Anjlok 29 Agustus 2026
- Minggu, 30 Agustus 2026
TEROPONGBISNIS.ID — Penurunan harga emas kali ini terbilang signifikan dan menyentuh seluruh lini produk. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia dan pantauan di gerai Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram ambles Rp48.000 menjadi Rp2.670.000 per gram. Sementara itu, di Pegadaian, emas Antam dibanderol Rp2.711.000 per gram setelah mengalami penyesuaian.
Penurunan Paling Dalam di Pegadaian
Pegadaian mencatat koreksi yang lebih dalam untuk produk cetakan lainnya. Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram turun Rp46.000 ke level Rp2.611.000 per gram. Penurunan paling tajam justru dialami emas UBS yang merosot Rp75.000, menyentuh angka Rp2.654.000 per gram.
Baca JugaKonsolidasi di Jombang: NU Fokus Bahas Tatib Pilh Rais Aam dan Ketum PBNU
Koreksi harga jual ini otomatis menyeret harga pembelian kembali atau buyback. Di gerai Logam Mulia, buyback Antam berada di posisi Rp2.523.000 per gram. Artinya, selisih atau spread dengan harga beli mencapai Rp147.000 per gram.
Di Pegadaian, buyback Galeri 24 dipatok Rp2.465.000 per gram. Sementara untuk Antam dan UBS, keduanya sama-sama dihargai Rp2.443.000 per gram.
Pajak Transaksi Emas yang Perlu Dicermati
Bagi investor yang berniat menjual kembali emasnya, ada aspek pajak yang perlu diperhitungkan. Transaksi buyback emas Antam dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung. Sebaliknya, untuk pembelian emas batangan Antam, dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar.
Prospek Investasi: Rugi Jangka Pendek, Cuan Jangka Panjang
Data historis menunjukkan bahwa membeli emas dalam kurun waktu satu hingga enam bulan terakhir masih mencatatkan imbal hasil negatif. Namun, investor tak perlu berkecil hati. Investasi emas yang dipegang lebih dari satu tahun tetap membukukan keuntungan.
Sebagai gambaran, pembelian emas Antam pada 29 Agustus 2025 hingga saat ini masih mencatatkan potensi keuntungan sebesar 28,46 persen. Ini menegaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang kuat untuk jangka panjang, meski volatilitas jangka pendeknya cukup terasa.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pengendara Tertib di Probolinggo Tak Didenda, Malah Dapat Beras 5 Kg dari Polisi
- Jumat, 14 Agustus 2026
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Berita Lainnya
Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
- Minggu, 20 September 2026
KAI Commuter Kini Layani 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor
- Minggu, 20 September 2026
Transaksi UMKM MTQ Semarang Capai Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar
- Minggu, 20 September 2026
Terpopuler
1.
The Fed Kerek Suku Bunga ke 3,75-4%, Pertama Kali Sejak 2023
- 17 September 2026
2.
3.
4.
5.
PKB Dukung Rekening Massal 200 Juta WNI, Akses Penghasilan Jadi Sorotan
- 16 September 2026









