Minggu, 20 September 2026

397 Kader PKK Probolinggo Ikut Seminar Ekonomi Keluarga, Ning Marisa Dorong Koperasi dan Potensi Desa

397 Kader PKK Probolinggo Ikut Seminar Ekonomi Keluarga, Ning Marisa Dorong Koperasi dan Potensi Desa
Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari membuka seminar ekonomi keluarga di Auditorium Madakaripura, Rabu.

PROBOLINGGO — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari membuka seminar yang digelar Pokja II TP PKK di Auditorium Madakaripura, Rabu. Ia menilai kemampuan mengelola potensi lingkungan menjadi kunci agar produk keluarga punya nilai tambah.

"Pemberdayaan ekonomi keluarga tidak cukup hanya dengan memiliki produk, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk melihat sumber daya di sekitar dan mengelolanya menjadi peluang yang bernilai," kata Ning Marisa.

Koperasi dan UP2K Jadi Pintu Masuk Pemberdayaan

Seminar ini menyasar peran koperasi dalam menopang ekonomi keluarga. Ninuk Fris Yulius, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo, menyebut peserta juga diajak memetakan potensi wilayah masing-masing.

Baca Juga

Prabowo Minta Izin Korporasi Pembakar Hutan Dicabut, Kapolri Diminta All Out

"Selain koperasi, peserta juga diajak memahami cara mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Potensi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari produk unggulan, UMKM hingga wisata," ujarnya.

Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK yang berada di bawah Pokja II menjadi salah satu instrumen yang dibahas. Pengalaman pengelolaan UP2K dibagikan Ketua TP PKK Kecamatan Tegalsiwalan, kecamatan yang dinilai berhasil mengembangkan program tersebut.

Produk Unggulan Kecamatan Dipamerkan, Sejumlah Diborong Peserta

Produk unggulan TP PKK dari tingkat kecamatan dan desa dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya mendapat perhatian peserta dan langsung dibeli.

Ning Marisa menilai hal itu menunjukkan Kabupaten Probolinggo menyimpan banyak potensi ekonomi yang bisa digarap dari tingkat desa. Potensinya tidak terbatas pada produk UMKM, tetapi juga mencakup sektor wisata dan kekayaan lokal lain.

Ia meminta kader TP PKK lebih peka terhadap potensi di wilayahnya dan mengembangkannya bersama-sama. "Saya berharap ibu-ibu yang hadir hari ini mendapatkan banyak ilmu dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga. Potensi-potensi produk unggulan dan wisata kita juga harus bisa dikelola dengan baik," ujarnya.

Pengabdian Kader Jadi Modal Utama

Di hadapan peserta, Ning Marisa menegaskan posisi PKK sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat. Ia mengaku sempat berbincang dengan narasumber dari TP PKK Provinsi Jawa Timur, Auliya Dikmah, soal peran tersebut.

"Masya Allah, terima kasih ibu-ibu yang sudah hadir pada acara hari ini. Tadi saya juga ngobrol dengan Ibu Auliya bahwa PKK ini adalah tempat kita mengabdi kepada masyarakat, bukan tempat untuk mencari penghasilan," katanya.

Semangat pengabdian itu, menurut dia, bisa diwujudkan lewat kegiatan pemberdayaan yang berdampak langsung. Seluruh upaya tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam seminar tersebut Sekretaris I TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Ketua Pokja II Ninuk Fris Yulius, para ketua TP PKK kecamatan dan desa, narasumber dari TP PKK Provinsi Jawa Timur Auliya Dikmah dan Ollan Hardlan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Munaris.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Duel Fisik dan Bola Mati Bikin Chelsea Takluk 0-3 di Kandang Brentford

Duel Fisik dan Bola Mati Bikin Chelsea Takluk 0-3 di Kandang Brentford

KAI Commuter Kini Layani 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor

KAI Commuter Kini Layani 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor

Transaksi UMKM MTQ Semarang Capai Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar

Transaksi UMKM MTQ Semarang Capai Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar

Gubernur Khofifah Kirim 3 Truk Tangki Air Bersih ke Ponorogo, 200 Jeriken Disalurkan ke Warga Karangpatihan

Gubernur Khofifah Kirim 3 Truk Tangki Air Bersih ke Ponorogo, 200 Jeriken Disalurkan ke Warga Karangpatihan