Minggu, 20 September 2026

Tawasul dalam Doa: Mengapa Nama Nabi Muhammad SAW Selalu Disebut, Ini Penjelasan Ulama untuk Umat Islam di Jawa Timur

Tawasul dalam Doa: Mengapa Nama Nabi Muhammad SAW Selalu Disebut, Ini Penjelasan Ulama untuk Umat Islam di Jawa Timur
Umat Islam mengikuti tausiyah tentang tawasul dalam doa di sebuah majelis taklim di Surabaya, Jawa Timur.

SURABAYA — Tradisi menyebut nama Nabi Muhammad SAW sebelum memanjatkan doa telah mengakar kuat di tengah umat Islam, dari pesantren hingga majelis taklim di berbagai daerah. Kebiasaan yang dikenal dengan istilah tawasul ini menempatkan Rasulullah sebagai wasilah atau perantara dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Gus Dr. A. M. Najich S., M.H., M.Pd. dalam tulisannya yang dikutip Kabarpas.com menjelaskan, praktik ini bukan sekadar tradisi warisan, melainkan memiliki akar kuat dalam ajaran Islam. Namun, pemahaman yang keliru tentang konsep wasilah masih sering ditemui di tengah masyarakat.

Wasilah Bukan Berarti Nabi Menggantikan Allah

Poin krusial yang perlu diluruskan adalah kedudukan Nabi Muhammad SAW dalam konsep tawasul. Beliau bukan Tuhan dan bukan pengganti Allah dalam mengabulkan doa. Allah tetap satu-satunya zat yang mendengar dan mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya.

Baca Juga

Gempa Susulan M5,6 Guncang Manggarai Timur NTT Pagi Ini, 3.422 Aftershock Terjadi Sejak 15 Agustus

Ketika seorang Muslim bertawasul, misalnya mengucapkan "Ya Allah, dengan kemuliaan Nabi-Mu Muhammad SAW, kabulkanlah doa saya", maka yang diminta tetap Allah. Nama Nabi disebut semata karena beliau memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.

Dalil Al-Qur'an tentang Kemuliaan Nabi

Al-Qur'an secara tegas menggambarkan keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Dalam QS. Al-Anbiya' ayat 107, Allah menyebut beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sementara QS. Al-Isra' ayat 79 memberikan kedudukan terpuji atau maq?man ma?m?dan kepada Rasulullah.

Perintah bershalawat juga termaktub jelas dalam QS. Al-Ahzab ayat 56. Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, dan orang-orang beriman diperintahkan untuk bershalawat serta mengucapkan salam dengan penuh penghormatan.

Mengapa Nama Nabi Begitu Melekat di Hati Umat?

Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terbentuk melalui berbagai pintu. Al-Qur'an, hadis, kitab sirah, kitab maulid seperti Simtudduror, hingga pengajian rutin di kampung-kampung turut membangun gambaran utuh tentang sosok beliau.

Kitab-kitab sirah tidak hanya menuturkan peristiwa sejarah, tetapi juga memperkenalkan akhlak beliau dalam keseharian. Bagaimana Nabi memperlakukan anak-anak, menyayangi orang miskin, hingga cara beliau memimpin masyarakat menjadi pelajaran yang terus diwariskan lintas generasi.

Semakin sering gambaran itu dibaca dan didengar, semakin kuat pula ikatan batin umat kepada Rasulullah. Maka wajar jika dalam momen sakral seperti berdoa, nama beliau otomatis hadir sebagai bentuk penghormatan dan harapan akan terkabulnya permohonan.

Membedakan Menghormati Nabi dan Menyamakan dengan Allah

Pembeda utama dalam persoalan ini adalah niat dan keyakinan dasar. Menghormati Nabi sebagai manusia pilihan utusan Allah adalah bagian dari keimanan. Menyamakan beliau dengan Allah adalah kemusyrikan yang jelas dilarang.

Para ulama menegaskan bahwa tawasul yang benar justru menjadi sarana penguat iman, karena di dalamnya terkandung pengakuan atas kebesaran Allah dan kecintaan kepada Rasul-Nya. Selama keyakinan ini terjaga, praktik tawasul tetap berada dalam koridor ajaran Islam yang lurus.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Duel Fisik dan Bola Mati Bikin Chelsea Takluk 0-3 di Kandang Brentford

Duel Fisik dan Bola Mati Bikin Chelsea Takluk 0-3 di Kandang Brentford

KAI Commuter Kini Layani 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor

KAI Commuter Kini Layani 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor

Transaksi UMKM MTQ Semarang Capai Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar

Transaksi UMKM MTQ Semarang Capai Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar

Gubernur Khofifah Kirim 3 Truk Tangki Air Bersih ke Ponorogo, 200 Jeriken Disalurkan ke Warga Karangpatihan

Gubernur Khofifah Kirim 3 Truk Tangki Air Bersih ke Ponorogo, 200 Jeriken Disalurkan ke Warga Karangpatihan