Pramuka Kota Kediri Didorong Melek Teknologi di Usia ke-65, Urban Farming Jadi Program Andalan
- Sabtu, 15 Agustus 2026
KEDIRI — Gerakan Pramuka Kota Kediri memasuki usia ke-65 dengan tantangan baru: tetap relevan di tengah gempuran teknologi dan perubahan perilaku anak muda. Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha, menegaskan adaptasi bukan berarti meninggalkan jati diri kepramukaan.
"Memasuki usia ke-65, Pramuka dituntut tetap relevan dengan perkembangan dunia anak muda saat ini," kata Qowimuddin di Kediri, Jumat.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Anggota Pramuka harus mampu memahami informasi, membaca peluang, dan mengambil peran nyata dalam menciptakan perubahan sosial.
Baca Juga
Konten Kreatif dan Ekonomi Digital Jadi Medan Baru Pramuka
Gus Qowim, sapaan akrabnya, mendorong kegiatan kepramukaan dikemas ulang mengikuti karakter generasi muda. Teknologi bisa dimanfaatkan untuk membuat kegiatan lebih menarik, salah satunya lewat produksi konten positif tentang kepramukaan.
"Saya ingin mengajak adik-adik semua untuk menjadi generasi Pramuka yang melek informasi, melek zaman, dan melek peluang," ujarnya.
Bidang yang diminati anak muda seperti ekonomi kreatif, teknologi, olahraga, seni, hingga kegiatan sosial disebut bisa diintegrasikan ke dalam aktivitas Pramuka. Namun, Gus Qowim mengingatkan kemajuan teknologi tidak boleh mengubah jati diri anggota.
Tri Satya dan Dasa Darma Tetap Pegangan di Ruang Digital
Adaptasi teknologi tetap berpegang pada pedoman dasar kepramukaan. Gus Qowim menegaskan Tri Satya dan Dasa Darma wajib menjadi pegangan, termasuk saat anggota Pramuka berinteraksi di ruang digital.
"Perkembangan teknologi tidak boleh mengubah jati diri anggota Pramuka. Tri Satya dan Dasa Darma harus tetap menjadi pedoman," katanya.
Semangat adaptasi ini sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65, yakni "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045". Tema tersebut menegaskan Pramuka harus memberi solusi nyata bagi masyarakat, salah satunya lewat penguatan ketahanan pangan.
Urban Farming dari Kwarcab hingga Gugus Depan
Gerakan Pramuka Kota Kediri telah menginisiasi kegiatan urban farming mulai tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) hingga gugus depan. Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
"Pramuka justru harus menjadi bagian dari anak muda yang menciptakan masa depan," kata Gus Qowim.
Dengan kombinasi antara adaptasi digital dan aksi nyata di lapangan, Pramuka Kota Kediri diharapkan tetap menjadi wadah pembentukan generasi muda yang mandiri, peduli, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Nathasya Zallianty
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pengendara Tertib di Probolinggo Tak Didenda, Malah Dapat Beras 5 Kg dari Polisi
- Jumat, 14 Agustus 2026
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Berita Lainnya
Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
- Minggu, 20 September 2026
KAI Commuter Kini Layani 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor
- Minggu, 20 September 2026
Transaksi UMKM MTQ Semarang Capai Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis Rp7,54 Miliar
- Minggu, 20 September 2026
Terpopuler
1.
The Fed Kerek Suku Bunga ke 3,75-4%, Pertama Kali Sejak 2023
- 17 September 2026
2.
3.
4.
5.
PKB Dukung Rekening Massal 200 Juta WNI, Akses Penghasilan Jadi Sorotan
- 16 September 2026









